Upaya memperkuat peran perempuan dalam pembangunan ekonomi berbasis pertanian dan pangan berkelanjutan menjadi fokus kegiatan Focus Group Discussion (FGD) yang dilaksanakan pada Minggu (21/6) di Rumah Gadang Ateh Balai, Kaum Suku Limo Singkek, Nagari Paninjauan, Kecamatan X Koto Diatas, Kabupaten Solok.
FGD tersebut merupakan bagian dari rangkaian penelitian yang dipimpin oleh Dr. Muharika Dewi, S.ST., M.Pd.T, dosen kewirausahaan Politeknik Aisyiyah Sumatera Barat, dengan tema Model Konseptual Sustainable Food Entrepreneurship Education (SFEE) bagi Perempuan Petani dalam Sistem Budaya Matrilineal Minangkabau di Nagari Paninjauan.
Kegiatan ini bertujuan memperoleh masukan, pengalaman, serta pandangan dari berbagai pemangku kepentingan dan pakar terkait pengembangan model pendidikan kewirausahaan pangan berkelanjutan yang sesuai dengan karakteristik sosial budaya masyarakat Minangkabau, khususnya perempuan petani di Nagari Paninjauan.
Dalam sambutan pembukaannya, Ketua Bagian Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (BPPM) Politeknik Aisyiyah Sumatera Barat, Ns. Meta Rikandi, S.Kep., M.Kep., menegaskan pentingnya keterlibatan Perguruan Tinggi dalam mengamati dinamika yang terjadi di tengah masyarakat.
“Perguruan tinggi memiliki tanggung jawab untuk terus mengamati, mengkaji, dan meneliti berbagai fenomena sosial yang terjadi di masyarakat. Melalui penelitian seperti ini, kita berharap dapat mengantisipasi berbagai perubahan karakter perempuan Minangkabau agar nilai-nilai budaya yang menjadi kekuatan ekonomi masyarakat, tetap terjaga pada generasi mendatang,” ujarnya.
Sementara itu, Ketua Tim Peneliti, Dr. Muharika Dewi, S.ST., M.Pd.T., menjelaskan bahwa penelitian diawali dengan survei terhadap 100 perempuan petani di Nagari Paninjauan dengan rentang usia 18 hingga 65 tahun. Hasil survei menunjukkan adanya perbedaan pandangan antar generasi terhadap masa depan sektor pertanian.
“Temuan awal kami menunjukkan bahwa kelompok perempuan petani yang berusia lebih lanjut memiliki tingkat kepedulian yang lebih tinggi terhadap keberlanjutan pertanian. Sebaliknya, sebagian generasi muda, terutama perempuan, mulai memandang pertanian bukan lagi sebagai sektor yang menjanjikan untuk meningkatkan kesejahteraan di masa depan,” ungkapnya.
Menurut Muharika, kondisi tersebut menjadi perhatian penting karena perempuan dalam sistem budaya matrilineal Minangkabau memiliki posisi strategis dalam menjaga keberlanjutan ekonomi keluarga, kaum, dan nagari.
Jika minat generasi muda terhadap pertanian terus menurun, maka dikhawatirkan akan terjadi pergeseran nilai dan melemahnya fondasi ekonomi berbasis sumber daya lokal.
Melalui penelitian tahun pertama ini, tim peneliti berharap dapat menghasilkan model konseptual Sustainable Food Entrepreneurship Education (SFEE) yang dapat diterapkan dalam berbagai lingkungan pendidikan, mulai dari keluarga, surau, hingga sekolah-sekolah yang ada di Nagari Paninjauan.
“Model ini diharapkan tidak hanya menjadi dokumen akademik, tetapi juga menjadi panduan pendidikan yang mampu menumbuhkan kembali minat generasi muda terhadap sektor pertanian dan kewirausahaan pangan yang berkelanjutan,” tambahnya.
FGD juga menggarisbawahi pentingnya peran para pemangku kepentingan di tingkat nagari. Hasil penelitian nantinya diharapkan dapat menjadi dasar bagi pemerintah nagari, Kerapatan Adat Nagari (KAN), Bundo Kanduang, serta lembaga-lembaga masyarakat lainnya dalam merumuskan kebijakan dan aturan yang mendukung penguatan karakter perempuan Minangkabau sebagai penggerak utama perekonomian keluarga dan kaum.
Kegiatan ini dihadiri oleh tim pakar dari berbagai Perguruan Tinggi, Wali Nagari Paninjauan, Ketua Kerapatan Adat Nagari (KAN) Paninjauan, Ketua Badan Permusyawaratan Nagari (BPN), Ketua dan pengurus Bundo Kanduang Nagari Paninjauan, serta praktisi dan pemerhati budaya, yang memberikan masukan berharga bagi penyusunan model pendidikan kewirausahaan pangan berkelanjutan tersebut.
Berita dimuat di :
Politeknik Aisiyah Sumatera Barat lakukan penelitian karakter Perempuan Tani Minang Di Nagari Paninjauan – Tribun Rakyat – TribunRakyat.co
